Jumat, 09 Januari 2009

Konsep Grafis & File Grafis

KONSEP GRAFIS
Konsep grafis merupakan suatu hal yang tidak bisa diabaikan dalam membuat suatu file grafis karena akan menentukan nilai jual dari produk file grafis itu sendiri.
Desain grafis apapun, seperti web, brosur, majalah, buku dan lain-lain dibuat dengan memperhatikan prinsip desain grafis sebagai berikut:
  • Komunikatif. Berhubungan dengan corporate identity, isi pesan serta audiens. Desain grafis untuk media berita seperti koran tidak sama dengan desain grafis untuk site yang menampilkan karya seni. Web yang ditujukan untuk anak muda tidak sama dengan web yang ditujukan untuk orang dewasa atau organisasi. Contohnya anak-anak akan sulit membaca teks dengan variasi font yang banyak. Semua elemen yang ditempatkan pada halaman web mempunyai makna tidak hanya sekedar pengisi ruangan

  • Estetis. Desain grafis yang tidak memperhatikan keindahan biasanya jarang dikunjungi oleh pengguna, karena pengguna hanya mengunjungi web tersebut sekali saja. Walaupun demikian terdapat desain yang tidak memerlukan keindahan dengan alasan tertentu, misalnya nama sudah terkenal sehingga apapun interfacenya tidak akan mempengaruhi audiens. Keindahan tampilan web dengan desain grafis akan selalu diingat audiens.

  • Ekonomis. Desain grafis harus memperhatikan faktor ekonomis dalam arti ukuran file yang digunakan. Semakin berat ukuran sebuah grafis, maka akan semakin lambat proses loading pada saat audiens mengakses web tersebut. File animasi yang biasa memiliki ukuran file berat, meskipun secara estetis memeuhi selera, tetapi jika mengakibatkan pengunjung menunggu lama.

FILE GRAFIS
Apabila Anda ingin mengolah gambar untuk tujuan tertentu, misalnya dicetak atau ditampilkan di situs web, Anda harus memilih salah satu dari beberapa format: JPEG, TIFF, GIF, PNG. Bagaimana menentukan format yang tepat? Inilah panduannya.
Dengan gambar yang berkualitas dan berukuran besar, Anda dapat menggali dan berekspresi lebih banyak. Karena itu, Anda wajib memilih format yang tepat.
File grafis biasanya berisi satu dari dua tipe: raster (titik-titik warna atau pixel yang tersusun dalam baris-baris), dan vektor (gambar yang terdiri dari garis, segi banyak, dan teks).
Format raster ideal untuk foto, sementara format vektor cocok pada logo dan diagram. Format vektor menggunakan garis-garis halus untuk membuat obyek, dan kualitasnya tetap terjaga meski gambar diperbesar atau diperkecil.
Secara umum, ada tiga faktor dalam mempertimbangkan format grafis: media output (cetak atau web), fitur khusus pada format, dan alur kerja Anda. Biasanya, pemilihan format web harus mempertimbangkan dukungan dari kebanyakan browser, misalnya format GIF, JPEG, dan SWF.




  • Gambar raster yang lebih besar, jika dikompresi, dapat menghemat memori dan tak membutuhkan waktu lama saat harus di-download. Tetapi pola kompresi lain, seperti pada JPEG, memperkecil gambar dengan mengurangi data. Selain itu, beberapa format menawarkan efek transparan gradien atau alpha channel.
Extended Abstract Saat ini telah dibuat banyak format dari file grafis yang berasal dari beberapa perangkat lunak yang berbeda. sebagai contoh JPG, TIF, GIF, PIC, dan lainya. Karena bergantung pada kemampuan computer grafik tersebut, tiap bidang itu memerlukan suatu format yang sesuai dengan target atau tujuannya. Bagi para perancang grafik (graphic designer) pemula, akan sulit membedakan antara format yang satu dengan yang lain. Terkadang juga salah dalam memilih format file tersebut, karena masing-masing format file memiliki kelebihan dan kekurangan. Juga memang, masing-masing format file tersebut harus digunakan secara tepat. Pada paper ini akan dipilih beberapa parameter untuk menentukan file grafik model mana yang sesuai untuk kebutuhan dari pengguna. Dikarenakan ada pengguna yang lebih mengutamakan penggunaan tempat penyimpanan, berarti kompresi file menjadi titik beratnya. Disisi lain ada pengguna yang lebih memeprhatikan kualitas gambar dalam media penyimpanan digital, dan sebagainya. Sehingga dalam penelitian ini kami akan mempertimbangkan berbagai parameter yang meliputi ukuran file, kompresi yang dapat dilakukan, kualitas gambar yang dapat dihandel terhadap ukuran file, kemampuan melakukan modifikasi pada format tertentu. Pecobaan yang dilakukan adalah dengan melihat berbagai variasi gambar dari sumber yang sama kemudian diukur dengan teknik pengolahan grafis dan citra untuk mendapatkan nilai-nilai parameter seperti pada paragraf sebelumnya. Hasil dari pengukuran parameter akan dibandingkan sesuai dengan kebutuhan dari beragai sudut pandang sebagai bahan masukan dalam pemilihan format file grafik. Kontribusi dari penelitian ini akan memberikan informasi pada pemakai komputer khususnya dalam menangani file grafik tentang pemilihan model file yang sesuai dengan kebutuhan atau tujuan dari penyimpanan file gambar tersebut.

Perkembangan Multimedia


Istilah multimedia pertama kali di kenal pada dunia teater, yang mempertunjukan pagelaran dengan menggunakan gerak, musik, dan video untuk menambah dramatisasi suatu cerita. Sekarang multimedia dikenal dengan panduan dari hasil gambar atau image, grafik, teks, suara, TV, dan animasi sehingga menjadi suatu karya yang dapat dinikmati secara audio visual. Umumnya juga orang mengenal multimedia sebagai sistem dari komputer personal (PC) yang berkembang pesat dewasa ini. Dalam Perkembangannya pengajaran, latihan, pembuatan manufaktur, sedang dalam system perekonomian layak digunakan untuk kegiatan promosi penjualan.
Menurut Robert Webking , multimedia secara “etimologi “ di artikan
sebagai, “multi“ (banyak) “medium“ (prantara media). Dalam bidang informasi multi media memiliki makna yaitu “persekutuan media“ diantara sumber dan pemasukan informasi atau “persekutuan alat“ dengan mana informasi di simpan, ditransmisikan, dipresentasikan dan diterima (webking.2001: www.alltheweb.com)
Munter (1982) menulis bahwa, “alat bantu media dapat memberikan sumbangan yang sangat besar dalam menambah minat, variasi, dampak serta kemampuan mengingat lebih lama dibandingkan dengan kata-kata.
Munter menjelaskan bahwa orang paling banyak belajar dan menyimpan memori melalui observasi minimal 85% sedangkan data yang dikumpulkan dan yang disimpan berasal dari penglihatan dan suara bisa melebihi batas normal.
Suatu tinjauan mengenai suatu penelitian menyatakan bahwa alat bantu audiovisual (multimedia) meningkatkan pemahaman sampai 200% dalam pengajaran, alat bantu visual meningkatkan daya ingat sekitar 14-38%, dan dapat mengurangi waktu yang diperlukan sampai 40% untuk menjelaskan konsep tunggal dalam kegiatan promosi. Satu alasan penting bahwa alat bantu multimedia yang relevan dan dipilih dengan baik adalah menarik perhatian dengan kualitas kerja yang luar biasa, warna-warna terang pada bagan, bentuk unik suatu obyek, dan getaran bunyi yang khusus, semuanya akan membantu mendapatkan perhatian. Dengan kualitas praga yang luar biasa, warna-warna pada bagan, bentuk unik suatu obyek, dan getaran bunyi yang khusus, semuanya akan membantu mendapatkan perhatian dan memperbaharui daya tarik gagasan yang disampaikan. Perhatian penuh dapat dilakukan hanya dalam beberapa detik memiliki “waktu paruh“ yang sangat singkat alat multimedia dapat digunakan secara efektif untuk mengendalikan perhatian penyimak melalui stimulasi visual dan stimulasi oral. Stimulasi visual dan stimulasi oral akan memberikan kesadaran yang tinggi, intensitas, ukuran yang besar, pengulangan, durasi, warna yang cerah. Istilah psikofisik mengacu pada interaksi proses psikologis dan stimulasi fisik penggabungan faktor-faktor itu dalam bentuk alat bantu multimedia akan sangat membantu mempertahankan tingkat perhatian yang disengaja ataupun yang tidak disengaja.
Multimedia juga sangat membantu dalam kegiatan belajar, selain dalam membantu kegiatan promosi, dimana belajar mengajar merupakan hal yang patut di perhatikan dalam meningkatkan sumberdaya manusia. Dengan meningkatnya sumber daya manusia maka suatu negara dapat di katakan telah maju, dengan adanya multi media system belajar mengajar dapat efektif dan efesien sehingga dengan adanya multimedia belajar dapat berinteraktif.


Secara umum multimedia merupakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara, gambar dan teks, definisi lain dari multimedia, yaitu dengan menempatkanya dalam konteks, seperti yang dilakukan oleh hofstter(2001), multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi). Dalam definisi ini terdata elemen penting multimedia yaitu

  • Harus ada komputer yang mengkordinasikan apa yang dilihat dan didengar

  • Harus ada link menghubungkan kita dengan informasi

  • Harus ada alat nafigasi yang membantu kita

  • Menyediakan tempat bagi kita untuk mengumpulkan, memproses dan mengkomunikasikan informasi.